Tampilkan postingan dengan label Windows. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Windows. Tampilkan semua postingan

2016/09/02

Me-Nonaktifkan Service atau Layanan yang Jarang Digunakan pada PC atau Laptop

Dalam komputer kita terdapat banyak sekali service atau layanan yang berjalan. Layanan-layanan tersebut memiliki fungsi masing-masing guna menunjang pekerjaan kita. Service atau layanan yang berjalan di komputer dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu:

Layanan yang berjalan saat kita menjalankan aplikasi tertentu. Layanan ini dapat terlihat dengan jelas dari desktop. Misalnya saat kita menjalankan Microsoft word maka layanan Microsoft Office Word juga akan berjalan dan terlihat dari desktop.

Layanan yang dijalankan secara otomatis oleh sistem. Layanan ini tidak dapat terlihat secara langsung dari desktop karena berjalan di background. Biasanya Layanan-layanan ini berjalan saat komputer mulai dinyalakan atau saat kita menjalankan aplikasi yang memerlukan layanan tersebut. Misalnya saat kita menyalakan laptop maka layanan audio juga akan otomatis berjalan atau saat kita menjalankan Ms Word, lalu melakukan print, maka layanan print spooler akan otomatis berjalan.
 
Meskipun layanan tersebut memiliki fungsi masing-masing, namun terkadang kita ingin menghetikannya. Misalnya saja jika komputer kita tidak pernah terhubung ke jaringan internet. Kita dapat menghentikan semua process yang berkaitan dengan jaringan internet. Kita tak perlu khawatir jika sewaktu-waktu ingin menggunakan internet maka kita dapat menghidupkannya kembali.

Manfaat dari Menonaktifkan Layanan yang Jarang Digunakan
  1. Mempercepat proses startup komputer. Saat komputer dihidupkan akan memerlukan waktu loading untuk menghidupkan semua layanan yang berjalan di background. Semakin sedikit layanan yang coba dijalankan maka semakin cepat proses loadingnya. Sehingga menonaktifkan beberapa layanan yang jarang digunakan akan mempercepat proses startup komputer.
  2. Mengurangi beban memory (RAM). Setiap layanan yang berjalan akan menggunakan beberapa ruang memory. Sehingga menonaktifkan beberapa layanan yang jarang digunakan akan memberikan ruang lebih di memory yang dapat meningkatkan performa komputer untuk menjalankan aplikasi lainnya.
Cara Menonaktifkan Layanan atau Service yang Jarang Digunakan
  • Klik menu Start
  • Ketikan Service, pada kolom search
  • Klik Service
  • Maka akan muncul jendela Service seperti berikut
Kita dapat melihat semua service yang berjalan dibackground komputer kita. Service yang sedang berjalan ditandai dengan status started.

Untuk menghentikan service yang sedang berjalan caranya adalah sebagai berikut:
  • Klik kanan pada salah satu service atau layanan yang ingin dimatikan.
  • Klik Properties
  • Lalu akan terbuka jendela baru
  • Pada jendela baru, klik Stop untuk menghentikan layanannya
  • Ubah Startup Type. Untuk mengatur bagaimana layanan tersebut berjalan.
    Automatic (Delayed start) : Berarti layanan tersebut akan berjalan beberapa menit setelah pc atau laptop kita dihidupkan.
    Automatic : Berarti layanan tersebut akan otomatis berjalan saat pc atau laptop kita dihidupkan
    Manual : Berarti layanan tersebut tidak akan otomatis berjalan saat pc atau laptop kita dihidupkan. Namun layanan tersebut akan berjalan jika kita menjalankan aplikasi yang memerlukan layanan tersebut.
    Disabled : Berarti layanan tersebut akan dinonaktifkan dan akan berjalan kembali jika kita merubah startup typenya
  • Selesai.
Catatan:
  • Sebaiknya backup terlebih dahulu daftar layanan/service di komputer anda sebelum melakukan praktek. Caranya klik Export List pada bagian kiri atas > Lalu Save
  • Jangan men-disabled service yang penting karena akan mengakibatkan ganggunan pada system windows.
  • Sebaiknya cari terlebih dahulu referensi tentang layanan/service yang aman untuk dimatikan.

2016/08/29

Mengembalikan Pengaturan/Setelan Windows dengan Menggunakan Restore Point

Mungkin kita pernah meng-otak atik pc atau laptop kita yang menyebabkan terjadi beberapa perubahan yang tidak dinginkan. Jika kita mempunyai kemampuan untuk mengembalikannya seperti semula tentu tidak masalah. Namun biasanya kita tidak dapat atau mungkin juga tidak berani untuk memperbaikinya. Oleh karena itu, kita perlu bantuan restore point. 

Restore point adalah aplikasi bawaan windows yang terdapat pada semua jenis windows. Aplikasi ini bekerja dengan cara membuat poin-poin pengaturan windows pada pc atau laptop kita. Poin-poin tersebut dapat kita gunakan untuk mengembalikan pengaturan windows ke waktu dimana restore point tersebut dibuat. Dengan kata lain poin-poin tersebut merupakan backup dari pengaturan sistem windows.

Perubahan yang akan berpengaruh oleh restore point yaitu hanya pada system registery dan pengaturan windows lainnya. Adapun data personal kita seperti dokumen, foto, dll tidak akan berpengaruh. Sehingga restore point sangat bermanfaat untuk memperbaiki masalah pada system windows tanpa mempengaruhi data personal kita.

Pada dasarnya restore point berjalan secara otomatis pada pengaturan default windows. Aplikasi ini membuat poin-poin pengaturan windows secara otomatis dalam jangka waktu tertentu. Selain itu kita juga dapat membuat restore point secara manual. Untuk membuat restore point secara manual juga akan dibahas pada postingan kali ini.

Setelah kita paham apa itu restore point, sekarang kita akan ke poin utama yaitu Mengembalikan Pengaturan/Setelan Windows dengan Menggunakan Restore Point. Cara ini sangatlah mudah dilakukan.  Berikut ini saya berikan langkah-langkahnya dalam hal ini saya menggunakan windows 7 sebagai contoh. Jika kalian menggunakan selain windows 7, kalian tinggal menyesuaikannya saja.

1. Melakukan Restore Point

Pertama-tama kita harus mengecek apakah restore point di pc atau laptop sudah dibuat (berjalan secara otomatis).

Klik menu Start,
Klik Control Panel,
Klik System and Security,
Klik Back Up and Restore,
Klik Recover system settings or your computer pada bagian paling bawah,
Klik Open System Restore,
Klik Next

Jika restore point di pc atau laptop kita telah dibuat secara otomatis maka akan terlihat beberapa restore point seperti gambar berikut

Sampai di sini kita sudah dapat melakukan restore point. Untuk mulai melakukan restore point ikuti langkah-langkah berikut:

Klik pada salah satu restore point yang ada seperti pada gambar di atas
Klik Next
Klik Finish
Klik Yes

Maka proses restore point akan berjalan secara otomatis dan pc/laptop kita akan melakukan restart dengan sendirinya.
Selesai

2. Membuat Restore Point Secara Manual

Kita juga dapat membuat restore point secara manual. Restore point sangat penting dibuat sebelum kita melakukan instalasi aplikasi atau juga sebelum mengotak-atik menu regedit dan pengaturan lainnya. Sehingga jika terjadi perubahan yang tidak diinginkan kita dapat melakukan restore tepat sebelum perubahan tersebut terjadi. Dan jika restore point dibuat setelah perubahan terjadi maka itu tidak akan bekerja.

Klik menu Start,
Klik Control Panel,
Klik System and Security,
Klik System Protection,
Pilih Local Disk C (system) yang berarti kita akan membuat backup untuk pengaturan system. Kita juga dapat membuat restore point untuk drive lainnya.
Klik Create
Beri nama Restore point yang ingin dibuat, nama apa saja yang mudah diingat
Klik Create
Klik Close
Klik Ok
Selesai.

Silahkan buka kembali restore poin seperti cara pertama, maka akan terlihat restore point yang kita buat secara manual.



www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net